Indonesia Berduka, Ka'bah Pun Menangis

KA'BAH PUN MENANGIS


Pagi itu seperti biasa suasana masjidil harom dengan cuaca hasnya 33° dengan cuaca normal 50° namun tiba-tiba mendung, " hujan...iaaa..hujan... dengan agak deras, hingga pancuran ka'bah meneteskan air dan membasahi Hijr Ismail..Aneh sekali. Bertanda apakah ini??" Berselang beberapa menit kemudian terdengar kabar bahwa Syaikhona Maimun Zubair telah berpulang keharibaan Allah...

😭😭😭😭😭😭😭

Guruku..

Belum hilang dahaga rindu ini. Rasanya masih terasa segar dalam ingatan waktu engkau berpesan "Doakan saya, semoga Husnul Khotimah". Selamat jalan Guru..Syaikhi wamutobbi ruhi..semoga setetesa ilmu yang engkau tuangkan, menjadi penyejuk jiwa, nafi' barokah manfaat fiddunya wal akhiroh..amien..

أشهد أنكم من العلمآءالله وأوليآء الله الصالحين....


* Makkah Selasa-5-dzulhijjah-1440.
Telah kembali ke hadirat Ilahi seorang Ulama besar Indonesia, KH. Maimoen Zubair. Semoga Allah gandakan segala kebaikan Almarhum dan ditempatkan di tempat yang tinggi di sisiNya. Amiin!!!

Rasululloh bersabda :


مَوْتُ الْعَالِمِ مُصِيبَةٌ لا تُجْبَرُ ، وَثُلْمَةٌ لا تُسَدُّ , وَنَجْمٌ طُمِسَ ، مَوْتُ قَبِيلَةٍ أَيْسَرُ مِنْ مَوْتِ عَالِمٍ

Artinya: “Meninggalnya ulama adalah musibah yg tak tergantikan, dan sebuah kebocoran yg tak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yg padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagi saya daripada meninggalnya satu orang ulama” (HR al-Thabrani dalam Mujam al-Kabir dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dari Abu Darda’)
Rasululloh SAW


خُذُوا الْعِلْمَ قَبْلَ أَنْ يَذْهَبَ ” ، قَالُوا : وَكَيْفَ يَذْهَبُ الْعِلْمُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ، قَالَ:إِنَّ ذَهَابَ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ



Artinya: “Ambillah (Pelajarilah) ilmu sebelum ilmu pergi, Sahabat bertanya: Wahai Nabiyulloh, bagaimana mungkin ilmu bisa pergi (hilang) ?
”Rasulullah SAW menjawab, “Perginya ilmu adalah dengan perginya (wafatnya) orang2 yg membawa ilmu (ulama)” (HR Ad-Darimi, At-Thabrani dari Abu Umamah).

إن الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من الناس ، ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى إذا لم يترك عالما اتخذ الناس رءوسا جهالا فسئلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلوا


Artinya: “Sesungguhnya Alloh tidak mencabut ilmu dari hambanya, tetapi mencabut ilmu dengan mencabut para ulama. Sehingga ketika Alloh tidak menyisakan satu ulama, maka manusia mengangkat pemimpin2 bodoh, mereka ditanya kemudian memberi fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan” (HR al-Bukhari)
من لم يحزن بموت العالم فهو منافق


"Barang siapa yang tidak sedih dengan meninggal nya orang alim berarti dia memiliki sifat munafik (alhadist)

follow me on :
Join Grub WhatsApp

Belum ada Komentar untuk "Indonesia Berduka, Ka'bah Pun Menangis"

Posting Komentar

apa masukan anda?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel